AUTOR POV
“ Heh …… gadis bodoh , tak bisakah kau berhenti
mengganggu ku hah..!.” Ujar Denis sangat kesal dengan ulah gadis
bernama Iliana yang terus mengganggu hari – harinya selama 2 tahun
belakangan ini. Sementara banyak mahasiswa yang memandang keributan
mereka. Meski hal ini sering terjadi,tetap saja membuat Denis tidak
nyaman.
“ Aku tak akan berhenti mengikutimu sebelum kau
menerimaku.” Tantang Iliana, sebenarnya dia sudah malu karna banyak
pasang yang melihat.
” Semuanya sudah kepalang tanggung.” Guman Iliana,
Obsesi
Iliana terhadap Denis Aryansyah seorang pria berpostur tegap,tinggi 189
cm ,ke tampanan , serta sorot mata hazel yang banyak di kagumi para
wanita makin menggila.Ini terjadi 2 tahun yang lalu ,obsesi ini makin
besar dan membuatnya bertekad untuk mendapatkanya. Saat ia mengetahui
Malaikat Penolongnya nyawannya dari kebakaran yang terjadi di kantin
kampusnya adalah Denis. Sejak kejadian itu Iliana mulai mencari
informasi tentang Denis, meski mungkin Denis telah melupakan kejadian
tersebut tapi Iliana slalu mengingatnya. Baginya peristiwa itu adalah
peristiwa yang slalu membekas di hatinya.
FLASBACK
Seorang gadis terlihat sedang sibuk dengan bacaan di tanganya entah apa judulnya ,gadis itu begitu serius hingga tak peduli dengan keadaan di sekitarnya. ,
dan sebuah earphone senantiasa menggantuh di telinganya. Keadaan kantin
yang cukup ramai membuat gadis itu memutuskan menyetel music sekencang
kencangnya dan mulai focus dengan bacaanya.
Tampa ia sadari ada sosok pria yang terus memperhatikan tingkah aneh gadis tersebut. Pria itu hanya bisa tersenyum melihat kekonyolan gadis tersebut.
“Bagaimana mungkin ia bisa membaca di tempat ramai seperti ini dan mendengar musik pula.” Ujar pria itu terkekeh.
“
Dasar , gadis bodoh …. Membaca di tempat ramai begini.” Ujarnya lalu
beranjak pergi , baru saja ia hendak pergi tiba – tiba ada seorang
mahasiswa yang berteriak kebakaran.
“ Cepat semuanya
tinggalkan kantin ini , terjadi kebakaran.” Ujar salah satu mahasiswa.
Kini sosok pria tersebut mengalihkan pandanganya pada gadis yang masih
senantiasa sibuk membaca tampa memperdulikan kejadian yang terjadi di
sekitarnya ,
“ Kenapa ia bodoh sekali apa dia tak mendengar semua orng berteriak.” Pria itu hanya kesal dengan gadis di depannya.
Tampa di duga sebuah balok
yang tepat berada di atas kepala gadis tersebut akan terjatuh. Dengan
sigap ia berlari kearah gadis tersebut , dan untunglah balok tersebut
jatuh setelah pria tersebut berhasil menolongnya.
Gadis itu hanya bisa menatap dengan tatapan bingung ,
“ Sebenarnya apa yang terjadi.” Ujar gadis tersebut pada pria yang ada di hadapanya kini sudah mengendonganya keluar dari kebakaran tersebut.
“Kau
gadis bodoh , ceroboh , untung saja kau berhasil selamat.” Ujar pria
itu memarahi kecerobohan gadis di depanya. Saat gadis di depannya ingin
marah , banyak suara riuh yang menyadarkan gadis tersebut.
“
Akhirnya kalian selamat.” Ujar para mahasiswa, dengan sigap bantuan
medis datang untuk menolong mereka. Sementara gadis itu masih bingung
dengan apa yang sebenarnya terjadi, hingga sahabatnya datang dan
menceritakan semuanya. Dari situ lah gadis tersebut mulai bertekad ingin
memiliki Malaikat penolongnya.
FLABACK END
“
Sudah lah , sampai kapan pun aku tak akan pernahmenerima gadis bodoh
seperti kau dan coba lihat tubuh mu sama sekali aku tak berminat. Ingat
jangan terus ikuti aku atau kau akan menerima hal yang tak pernah kau
bayangkan, ingat itu Iliana.” Ujar Denis ia mulai muak dengan gadis di
depannya. Sudah dua tahun ini ia sering mengganggu kehidupan Denis.
“ Tapi Denis aku ……..” Belum selesai Iliana bicara tanganya sudah di tarik sahabatnya Vivi
“
Sudah , berhenti Iliana , percumah saja kau terus mengejanya , dia
taakan pernah memandangmu bodoh.” Ujar Vivi yang sudah bingung
menghadapi ulah sahabatnya yang tak henti – hentinya mengejar Denis.
“
Tapi aku …. Mencintainya Vi apa.. la..gi dia sudah menyelamatkan ku.”
Ujar Iliana mulai terisak , entah harus cara apa lagi agar Denis mau
melihat perjuangan Iliana.
“ Ya …. Sudah terserah kau saja lah.” Akhirnya Vivi menyerah membujuk sahabatnya.
“ Makasih Vi …. Aku tau kau pasti mendukung ku kan.” Ujar Iliana kembali mengejar Denis.
Sementara
Vivi hanya bisa berdoa agar sahabatnya berhasil. Dan di sini lah Iliana
dengan sengaja menunggu Denis keluar dari kelasnya, ia tau ini adalah
sebuah kebodohan , tapi ia memang sangat mencintai Denis sejak kejadian
itu. Dia tak pernah bisa untuk melupakan sosok Denis dan luka di lengan
Denis. Tak berapa lama terlihat sosok Denis yang baru keluar dari
kelasnya. Denis yang sudah tidak bisa menahan kesalnya lagi menarik
Iliana ke belakang Kampus , di sana cukup sepi dan jarang ada orang
lewat.
“ Ternyata kau tak pernah mendengarkan ucapanku dan
takut ancamanku rupanya.” Ujar Denis sambil menyunggingkan senyum sinis
dan ia sudah memikirkan agar Iliana ini jerah dan tak berani lagi untuk
mengejarnya lagi. Denis tak pernah ingin menyakiti siapa pun.
“Aku me…memanga tak pernah takut padamu.” Ujar Iliana sedikit tergagap ,
“ Dasar Iliana bodoh ,kenapa kau malah menantang macan yang sedang bangun.” Iliana berguman dalam hati.
“
Kau membuatku semakin bersemangat untuk melakukannya Iliana dan kau
telah berani membangunkan singa yang tertidur.” Ujar Denis yang tambah
geram dengan Iliana dan tak mengerti jalan pikiran gadis di depanya.
“Me…me..lakukan ap…” Belum selesai Iliana bicara mulutnya sudah di bungkam oleh bibir Denis.
Bibir
Denis terus menyapu halus permukaan bibir mungil Iliana. Sementara
Iliana hanya diam tak merespon ciuman dari Denis , otaknya sama sekali
tak dapat bekerja sedikit pun ,mungki membeku itulah yang Iliana rasakan
, semuanya terjadi begitu cepat. Denis yang sedari tadi pokus dengan
rencananya malah tampa sadar sangat menikmati rasa manis dari bibir
mungil Iliana ia seolah tak ingin melepas bibir yang mungkin kini
menjadi candu untuknya, dan Denis juga tau kalau ini pasti pengalaman
pertama untuk Iliana. Karna kunjung tak mendapat respon Denis melepaskan
ciuman itu. Denis hanya bisa menyunggingkan senyumnya karna telah
berhasil membuat gadis di depannya seperti orang bodoh.
“ Ingat
Iliana kalau kau berani mendekati ku dalam radius 1 m saja, maka
kejadian ini akan terulang lagi.” Ujar Denis, sebenarnya awalnya Denis
ingin terlepas dari Iliana tapi sepertinya ia malah akan terus mengerjai
Iliana. Karna tampang Iliana sangat terliahat bodoh saat ini. Dan
sepertinya banyak permaunan baru untuk menggoda gadis di depannya.
“
A…aku akan berhenti mengejarmu.” Ujarnya tergagap. Sementara Denis
pergi berlalu. Sambil tersenyum menawan membuat Iliana ingin menarik
kata – katanya bagaimana mungkin ia bisa terlepas dari sosok tampan dan
menawan di depanya.
Hai ini cerita ke empat aku hehe meski rada gaje tapi aku harap coommen sama votenya bia aku bisa ngelanjut ceritanya hehehehe